0
Dikirim pada 30 April 2013 di Akhlak

 

SOMBONG

 

I.         PENDAHULUAN

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit,. Penyakit-penyakit hati yang dimaknai dengan sifat-sifat tercela yang ada pada diri manusia, apabila itu mendominasi kehidupan manusia, maka jadilah hatinya menjadi sakit. Penyakit ini berbahaya karena merupakan pengejawantah atas cinta manusia kepada dunia, yang diwujudkan dalam bentuk ingin mendapat pujian dan sanjungan dari manusia atas perbuatannya.[1]

Tanda hati yang sakit itu adalah, pertama, tidak merasa sulit melakukan pebuatan maksiat. Kedua enggan memberikan santapan rohani yang bermanfaat bagi hatinya  dan cenderung kepada makanan rohani yang memudhatkan hatinya.[2]Adapun penyakit hati diantaranya adalah sombong, ujub, riya’, munafik dan sebagainya.

Sombong adalah kata yang cukup menyeramkan dalam pergaulan, terutama kita yang hendak menjaga kebersamaan. Keberadaannya akan mengantarkan seseorang dijauhi oleh orang lain, bahkan oleh Allah SWT. karena penyakit inilah yang membuat Allah murka dan mengusir iblis dari surga.[3] Berikut pemakalah akan membahas mengenai sikap sombong yang sangat membahayakan bagi setiap pribadi Muslim.

 

II.      RUMUSAN MASALAH

   A. Apa pengertian Sombong?

   B. Apa bahaya yang diakibatkan oleh kesombongan?

   C. Bagaimana menunjukkan sikap membenci kesombongan?

 

III.   PEMBAHASAN

A.  Pengertian Sombong

 Menurut pengertian istilah, takabbur ialah menampakkan kakaguman diri dengan cara meremehkan orang lain dan merasa dirinya lebih besar dibandingkan dengan orang lain, serta tidak mau mendapat kritik dari orang lain.[4] Sombong adalah membanggakan diri sendiri, mengganggap dirinya yang lebih dari yang lain. Membuat dirinya terasa lebih berharga dan bermartabat sehingga dapat menjelekkan orang lain.[5]

Ujub adalah ta'ajub (kagum diri) terhadap kelebihan yang dimilikinya. Ianya juga bagian dari takabbur yang tersimpan di dalam hati seseorang. Misalnya muncul di dalam dirinya bahwa hanya dia sajalah yang memiliki kesempurnaan ilmu dan amal sedang orang lain tidak. Ta'ajub diri juga adalah sifat yang buruk seperti yang disampaikan Rasul.

Seseorang bisa terjebak timbulnya sifat takabbur karena merasa lebih kaya, lebih pintar, lebih bangsawan, lebih cantik, dan gagah. Kesimpulannya banyak pintu-pintu terbukanya kesombongan bagi manusia, apabila dia memiliki sikap mental yang meganggap enteng dan remeh orang lain atas kelebihan yang ada padanya.[6] Padahal Allah telah melarang kita dalam QS. Al Luqman ayat 18:

Ÿwur öÏiè|Áè? š‚£‰s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? ’Îû ÇÚö‘F{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä† ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9‘qã‚sù ÇÊÑÈ

 

 

Artinya: dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.[7]

 

Sombong disebut juga dengan takabbur, congak, pongoh, membusungkan dada dan membanggakan diri. Sombong ini termasuk penyakit batin. Kita lihat dalam masyarakat, ada kesombongan ilmia, karena hanya dia yang paling tahu, ada kesombongan kekuasaan, karena hanya dia yang paling kuasa, ada kesombongan kekayaan, karena hanya dia yang paling kaya. Paling parah lagi penyakit ini, apabila sudah berjangkit ke dalam hati, hanya dia yang paling taat, yang paling dermawan, dan yang paling berjasa membela rakyat yang menderita, mengentaskan kemiskinan.[8]

 

  1. Bahaya yang diakibatkan oleh Kesombongan

Allah ta’ala menghalalkan rezeki-rezeki baik dari makanan-minuman-pakaian untuk dimanfaatkan tidak pada kedurhakaan dan penyelewengan, termasuk didalamnya adalah kesombongan dan berbangga, karena kesombongan menghapus nilai-nilai keutamaan, mendapatkan nilai-nilai kerendahan, menjauhkan dari sikap merendah (tawadhu’)-yang merupakan sumber akhlak bagi orang-orang yang bertakwa, menumbuhkan penyakit kedengkian, kemarahan, mencibir dan mempergunjing orang lain, menjauhkan dari sikap kejujuran, dari sikap menahan kejengkelan, dari sikap menerima nasihat, dari sikap yang memperhatikan kekurangan sendiri, dari sikap mencari ilmu, dan sikap tunduk kepada kebenaran.[9]

Penyakit sombong tidak hanya dibenci oleh Allah, tetapi juga dibenci oleh manusia yang jernih pikirannya dan bersih batinnya. Agar penyakit sombong itu tidak menular ke dalam hati, karena begitu benci Allah kepada orang-orang yang sombong itu, maka Allah memberikan balasan dan hukuman kepada mereka itu, sebagaimana firman Allah: (Q.S An-Nisa ayat 173)

Artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, Maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, Maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.[10]

 

Masih ada lagi ayat-ayat yang menggambarkan tentang sanksi hukum yang akan diterima oleh orang-orang yang menyombongkan diri. Adakalanya azab itu langsung diterimanya di dunia (yang beragam bentuknya) dan adakalanya di akhirat kelak (yang sudah pasti terjadi).[11]

Sifat sombong sebaiknya harus selalu kita jauhi karena sifat sombong memberikan banyak bahaya untuk kita semua.  Bahaya – bahaya dari sifat sombong antara lain adalah:

1.      Orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun kecil, tidak akan masuk surga.

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْر

“Tidak akan masuk al jannah (surga) barang siapa di dalam hatinya terdapat setitik kesombongan.”

2.      Orang yang sombong tidak hanya dibenci oleh Allah, tetapi juga dibenci oleh manusia.

3.      Orang yang kafir dan menyombongkan diri terhadap Allah, akan ditimpa siksaan yang pedih dan tidak ada baginya seorang penolong kecuali Allah SWT.[12]

4.      Sombong adalah pintu bagi dosa – dosa lainnya. Sombong adalah dosa yang pertama kali dilakukan oleh mahluk ciptaan Allah yaitu Iblis ketika menolak peritah Allah SWT agar iblis bersujud kepada Nabi Adam AS. Akhirnya iblis pun dikeluarkan dari surga, dan dengan segala tipu dayanya  mengajak manusia untuk berbuat dosa dan maksiat sehingga pada akhirnya muncul berbagai macam dosa lainnya.[13]

 

  1. Menunjukkan Sikap Membenci Kesombongan

Sikap sombong lahir pada diri seseorang karena menganggap dirinya lebih dan merendahkan orang yang hidup dalam kekurangan. Rasulallah saw. bersabda yang bernama sombong adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. Banyak kebenaran yang ditolak hanya karena kebenaran itu datangnya dari orang miskin atau umurnya lebih muda darinya. Banyak kebaikan yang sia-sia karena yang memberikan teladan kebaikan adalah orang yang strata sosialnya lebih rendah darinya. Kesombongan itu juga yang membuat penilaian terhadap orang lain menjadi subjektif dan tidak proporsional.[14] Pada dasarnya seorang Muslim bisa menunjukkan sikap benci terhadap kesombongan dengan cara menghindari sikap sombong itu sendiri, Beberapa tips untuk menghindari sifat sombong adalah:

1.    Selalu bersyukur dan berdzikir kepada Allah. Karena sikap syukur itulah yang membuat seseorang jauh dari sombong.

2.    Rajin beribadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3.    Hindari banyak bicara dan membanggakan diri sendiri. Titik awal dari penyakit sombong adalah berawal dari pembicaraan karena pembicaraan yang kita ucapkan sering kali hanya membicarakan mengenai kelebihan yang kita punya.

4.    Mempelihara sikap rendah hati, bukan rendah diri. Selalu rendah hati adalah kunci untuk memerangi sifat sombong. Maksud dari rendah hati yaitu senang berlaku baik terhadap semua orang. Selalu menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Sehingga kita tidak lakunya berlagak sombong.

5.    Jangan merasa paling dermawan. Jangan sampai kita mengungkit-ungkit apa pun yang kita berikan kepada orang lain.

6.    Tebarkan salam dengan sesama Muslim. Karena jika kita melakukannya berarti menunjukkan bahwa kita tidak sombong. Tidak memaling muka kita kepada orang-orang sekitar.

7.    Senantiasa bersedekah. Jangan merasa paling kaya lalu bersikap kikir dan angkuh.[15]

IV.   PENUTUP

A.  SIMPULAN

Menurut pengertian istilah, takabbur ialah menampakkan kakaguman diri dengan cara meremehkan orang lain dan merasa dirinya lebih besar dibandingkan dengan orang lain, serta tidak mau mendapat kritik dari orang lain. Sifat sombong sebaiknya harus selalu kita jauhi karena sifat sombong memberikan banyak bahaya untuk kita semua.  Bahaya – bahaya dari sifat sombong antara lain adalah:

1.    Orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun kecil, tidak akan masuk surga. 

2.    Sombong adalah pintu bagi dosa – dosa lainnya.

3.    Orang yang sombong tidak hanya dibenci oleh Allah, tetapi juga dibenci oleh manusia.

4.    Orang yang kafir dan menyombongkan diri terhadap Allah, akan ditimpa siksaan yang pedih dan tidak ada baginya seorang penolong kecuali Allah SWT.

Pada dasarnya seorang Muslim bisa menunjukkan sikap benci terhadap kesombongan dengan cara menghindari sikap sombong itu sendiri, Beberapa tips untuk menghindari sifat sombong adalah:

1.    Selalu bersyukur dan berdzikir kepada Allah.

2.    Rajin beribadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3.    Hindari banyak bicara dan membanggakan diri sendiri.

4.    Mempelihara sikap rendah hati, bukan rendah diri.

5.    Jangan merasa paling dermawan.

6.    Tebarkan salam dengan sesama Muslim.

7.    Senantiasa bersedekah.

 

  1. SARAN

Demikian makalah yang kami sampaikan. Dengan harapan semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat diperlukan demi kemaslahatan kita semua. Dan semoga kita bias mengambil hikmahnya. Amiin.



[1] Haidar Putra Daulay, Qalbun Salim Jalan Menuju Pencerahan Rohani, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 79-81

[2] Farid Ahmad, Tazkiyatun Nufuz wa Tarbiyatuha Kama Yuqarriruha Ulama’us Salaf, terj. M. Azhari Salim, (Surabaya: Risalah Gusti, 2002), hlm. 24

[3] Anwar Sanusi, Jalan Kebahagiaan, (Jakarta: Gema Insani, 2006), hlm. 60

[4] Sayyid Muhammad Nuh, Af’atun ‘ala Ath Thariq, teri. Darmanto, (Jakarta; PT Lentera Bastritama, 1998), hlm. 109  

[6] Haidar Putra Daulay, Qalbun Salim Jalan Menuju Pencerahan Rohani,.. hlm. 82-83

[7] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid vII, (Jakarta: Lentera Abadi, 2010), hlm. 557-558

[8] Ali Hasan, Orang-Orang Yang dicintai dan dibenci Allah, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), hlm. 63

[9] Muhammad Abdul Aziz al-Khauli, Menuju Akhlak Nabi, (Semarang: Pustaka Nuun, 2006), hlm. 206-207

[10] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid II, (Jakarta: Lentera Abadi, 2010), hlm. 333-334

[11] Ali Hasan, Orang-Orang Yang dicintai dan dibenci Allah,.. hlm. 64-65

[12] Anwar Sanusi, Jalan Kebahagiaan,... hlm. 61

[14] Anwar Sanusi, Jalan Kebahagiaan,... hlm. 61

 



Dikirim pada 30 April 2013 di Akhlak
comments powered by Disqus
Profile

Jihad dengan Thalabul `Ilmu More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 226.666 kali


connect with ABATASA